Narada Membawa Semangkuk Susu

Orang bijaksana dari India, Narada, menaruh bakti kepada Tuhan.
Demikian besar baktinya, hingga pada suatu hari ia tergoda untuk berpikir,
bahwa di seluruh dunia tidak ada orang, yang mencintai Tuhan melebihi dia.

Tuhan membaca hatinya dan berkata:
"Narada, pergilah ke kota di pinggir Bengawan Gangga, sebab seorang penyembahku diam di sana. Hidup di sampingnya akan baik bagimu".

Narada pergi dan bertemu dengan seorang petani, yang pagi bangun, menyebut nama Tuhan hanya satu kali, lalu mengangkat bajaknya dan pergi ke ladangnya, di mana ia bekerja sepanjang hari. Hanya sesaat sebelum tidur di waktu malam ia mengucapkan nama Tuhan satu kali lagi.

Narada berpikir : "Bagaimana si petani ini bisa berbakti kepada Tuhan?
Kulihat dia sepanjang hari sibuk dengan urusan duniawi".

Lalu Tuhan berkata kepada Narada,
"Isilah mangkuk dengan susu sampai penuh limpah dan berjalanlah keliling kota.
Lalu datanglah kembali tanpa menumpahkan satu tetes pun juga".

Narada berbuat apa yg dikatakan.

"Berapa kali engkau ingat akan daku selama berjalan keliling kota?" tanya Tuhan."

Tidak satukali pun Tuhan," kata Narada.

"Bagaimana aku bisa, kalau Engkau menyuruh aku memperhatikan mangkuk berisi susu itu ?"

Tuhan berkata: " Mangkuk itu menguasai pikiranmu hingga engkau lupa aku sama sekali.

Tetapi lihat petani yg meskipun dibebani tugas menghidupi keluarga,
ingat akan daku dua kali sehari?"

(diceritakan oleh Blasius Slamet Lasmunadi)

Terharu…

Iklan-iklan ini sungguh mengharukan.... mencerminkan kasih sayang orang tua sepanjang masa...

Orang Kalah

Saya pernah menjadi orang kalah. Bukan kekalahan besar, tetapi sekadar kekalahan dalam lomba vocal group di sekolah. Tapi karena main gitar masih menjadi sisi penting hidup saya, maka seluruh dunia ini rasanya tak ada yang lebih penting dari gitar. Jadi cukup hanya dengan kalah lomba vocal saya merasa dunia otomatis runtuh. Butuh berhari-hari bagi saya untuk berani keluar kamar kos dengan tenang. Rambut saya cukur pelontos, kuku jari saya potongi dan dua hari saya membolos. Untuk apa semua ini? Untuk marah dan protes pada keadaan.

Sementara keadaan yang saya protes itu ternyata tak menggubris protes saya. Matahari tetap muncul dan tenggelam seperti biasa. Hanya karena saya sedang sedih misalnya, matahari juga tidak otomatis mengucapkan belasungkawa, untuk mau sejenak terbit terbalik muncul dari barat dan tenggelam di timur. Ketika ini benar-benar terjadi tentu saya akan merasa gembira dan ditemani. Saat seluruh penduduk dunia kaget, mereka pasti bertanya-tanya, ada apa ini? "Ooo ini ada orang yang tinggal di sebuah kampung di ujung kota Semarang sana, namanya Prie GS sedang murung karena kalah lomba vocal group!" Read more

Life Is Precious

 

saat aku meloncat dari gedung....

 

 

 

 

Kulihat pasangan yang kutahu saling mencintai di lantai 10 sedang bertengkar dan saling memukul.

 

 

 

 

 

 

 

Kulihat Peter yang biasanya kuat dan tabah sedang menangis di lt. 9

Read more

Chat With Tuhan

Sign in......

TUHAN
: Kamu memanggilKu?
AKU
: Memanggilmu? Tidak... Ini siapa ya?
TUHAN
: Ini TUHAN. Aku mendengar doamu. Jadi Aku ingin berbincang-bincang denganmu.
AKU
: Ya, saya memang sering berdoa, hanya agar saya merasa lebih baik. Tapi sekarang saya sedang sibuk, sangat sibuk.
TUHAN
: Sedang sibuk apa? Semut juga sibuk.
AKU
: Nggak tau ya. Yang pasti saya tidak punya waktu luang sedikitpun. Hidup jadi seperti diburu-buru. Setiap waktu telah menjadi waktu sibuk.
TUHAN
: Benar sekali. Aktivitas memberimu kesibukan Tapi produktivitas memberimu hasil. Aktivitas memakan waktu, produktivitas membebaskan waktu.
AKU
: Saya mengerti itu. Tapi saya tetap tidak dapat menghindarinya. Sebenarnya, saya tidak mengharapkan Tuhan mengajakku chatting seperti ini.
TUHAN
: Aku ingin memecahkan masalahmu dengan waktu, dengan memberimu beberapa petunjuk. Di era internet ini, Aku ingin menggunakan medium yang lebih nyaman untukmu daripada mimpi, misalnya.
AKU
: OKE, sekarang beritahu saya, mengapa hidup jadi begitu rumit?
TUHAN
: Berhentilah menganalisa hidup. Jalani saja. Analisalah yang membuatnya jadi rumit.
AKU
: Kalau begitu mengapa kami manusia tidak pernah merasa senang?
TUHAN
: Hari ini adalah hari esok yang kamu khawatirkan kemarin. Kamu merasa khawatir karena kamu menganalisa. Merasa khawatir menjadi kebiasaanmu. Karena itulah kamu tidak pernah merasa senang.
AKU
: Tapi bagaimana mungkin kita tidak khawatir jika ada begitu banyak ketidakpastian.
TUHAN
: Ketidakpastian itu tidak bisa dihindari. Tapi kekhawatiran adalah sebuah pilihan.
AKU
: Tapi, begitu banyak rasa sakit karena ketidakpastian.
TUHAN
: Rasa sakit tidak bisa dihindari, tetapi penderitaan adalah sebuah pilihan.
AKU
: Jika penderitaan itu pilihan, mengapa orang baik selalu menderita?
TUHAN
: Intan tidak dapat diasah tanpa gesekan. Emas tidak dapat dimurnikan tanpa api. Orang baik melewati rintangan, tanpa menderita. Dengan pengalaman itu, hidup mereka menjadi lebih baik, bukan sebaliknya.
AKU
: Maksudnya pengalaman pahit itu berguna?
TUHAN
: Ya. Dari segala sisi, pengalaman adalah guru yang keras. Guru pengalaman memberi ujian dulu, baru pemahamannya.
AKU
: Tetapi, mengapa kami harus melalui semua ujian itu? Mengapa kami tidak dapat hidup bebas dari masalah?
TUHAN
: Masalah adalah rintangan yang ditujukan untuk meningkatkan kekuatan mental. Kekuatan dari dalam diri bisa keluar melalui perjuangan dan rintangan, bukan dari berleha-leha.
AKU
: Sejujurnya, di tengah segala persoalan ini, kami tidak tahu kemana harus melangkah...
TUHAN
: Jika kamu melihat keluar, maka kamu tidak akan tahu kemana kamu melangkah . Lihatlah ke dalam. Melihat keluar, kamu bermimpi. Melihat ke dalam, kamu terjaga. Mata memberimu penglihatan. Hati memberimu arah.
AKU
: Kadang-kadang ketidakberhasilan membuatku menderita. Apa yang dapat saya lakukan?
TUHAN
: Keberhasilan adalah ukuran yang dibuat oleh orang lain. Kepuasan adalah ukuran yang dibuat olehmu sendiri. Mengetahui tujuan perjalanan akan terasa lebih memuaskan daripada mengetahui bahwa kau sedang berjalan. Bekerjalah dengan kompas, biarkan orang lain berkejaran dengan waktu.
AKU
: Di dalam saat-saat sulit, bagaimana saya bisa tetap termotivasi?
TUHAN
: Selalulah melihat sudah berapa jauh saya berjalan, daripada masih berapa jauh saya harus berjalan. Selalu hitung yang harus kau syukuri, jangan hitung apa yang tidak kau peroleh.
AKU
: Apa yang menarik dari manusia?
TUHAN
: Jika menderita, mereka bertanya, "Mengapa harus aku?". Jika mereka bahagia, tidak ada yang bernah bertanya, "Mengapa harus aku?"
AKU
: Kadangkala saya bertanya, siapa saya, mengapa saya ada disini?
TUHAN
: Jangan mencari siapa kamu, tapi tentukanlah ingin menjadi apa kamu. Berhentilah mencari mengapa saya disini. Ciptakan tujuan itu. Hidup bukanlah proses pencarian, tapi sebuah proses penciptaan.
AKU
: Bagaimana saya bisa mendapatkan yang terbaik dalam hidup ini?
TUHAN
: Hadapilah masa lalumu tanpa penyesalan. Peganglah saat ini dengan keyakinan. Siapkan masa depan tanpa rasa takut.
AKU
: Pertanyaan terakhir, Tuhan. Seringkali saya merasa doa-doaku tidak dijawab.
TUHAN
: Tidak ada doa yang tidak dijawab. Seringkali jawabannya adalah TIDAK.
AKU
: Terimakasih Tuhan atas chatting yang indah ini.
TUHAN
: Oke... Teguhlah dalam iman, dan buanglah rasa takut. Hidup adalah misteri untuk dipecahkan, bukan masalah untuk diselesaikan. Percayalah padaKu. Hidup itu indah jika kamu tahu cara untuk hidup.

.........TUHAN has signed out

NB: Thanks for Yulia Setyani udah forward tulisan ini

Kalau engkau …

by Blasius Slamet

Kalau engkau tertawa, ketahuilah engkau beresiko dikatakan tolol
Kalau engkau menangis, bukankah engkau dapat dikatakan cengeng?
Kalau engkau mengasihi, bukankah engkau juga harus siap tidak dibalas dengan kasih sayang?
Kalau engkau bertanya, bersiaplah dikatakan orang yang bodoh!
Kalau engkau memberi, bersiaplah kalau pemberianmu dapat ditolak!
Kalau engkau sudah menentukan pilihan, bersiaplah engkau kehilangan pilihan yang lain
Kalau engkau curhat pada sahabatmu, bersiaplah untuk tidak didengarkan
Kalau engkau mengungkapkan perasaanmu, bukankah engkau juga siap diketahui jati dirimu yang sesungguhnya?
Kalau engkau menjelaskan gagasanmu, bersiaplah juga kalau gagasanmu akan dipertanyakan dan dikritik ..
Kalau engkau belajar memasak, bersiaplah untuk dikatakan masakanmu tidak enak, keasinan, kemanisan, terasa hambar...!
Kalau engkau menulis apapun, siap-siaplah untuk dikomentari dari sudut pandang manapun juga...

Tapi kalau engkau tidak pernah membuat keputusan apapun, engkau juga tidak akan dikenal siapakah dirimu...!
Hidup
itu keputusan terus menerus, agar makin jelaslah siapakah dirimu
sesungguhnya! Keputusan itu selalu diikuti resiko...dan diikuti
ketidakpastian, namun dibutuhkan kepercayaan. .. agar tumbuh
pengharapan. .karena keputusan apapun dalam hidup itu menjadi saat
kesempatan paling indah untuk tergantung pada Tuhan!

Beda Orang Chinese, Bule & Pribumi

Beberapa waktu lalu aku dapet email tentang opini ini. Lihat dari judulnya, bagiku menarik banget untuk dibaca karena secara langsung berkaitan dengan pengalaman burukku menjadi "cino" di tanah jawa. Monggo disimak, siapa tau kita semua bisa menemukan pembenaran dari renungan ini.

Saya seorang pribumi yg dulunya benci setengah mampus sama WNI Keturunan Cina. Tetapi setelah hidup di Amerika selama 10 tahun dan sekarang bekerja di salah satu bank terbesar di dunia berpusat di New York City, pandangan saya berubah dan mengerti mengapa Cina itu berbeda dengan orang pribumi.

Dan sebenarnya banyak sekali hal-hal yg kita tidak mengerti tentang cina, dan hal-hal ini sebenarnya harus kita ketahui dan kita pikirkan lagi, karena hal-hal ini adalah sesuatu yg bisa kita pakai untuk kepentingan bangsa sendiri dan utk memajukan bangsa sendiri. Bukan saya bilang bahwa kita harus berubah jadi Cina, cuma kalau memang bagus mengapa tidak ? Dan memang ada juga hal-hal buruknya, tetapi semua bangsa juga punya.

Read more

Jangan Kirimi Aku Bunga

Goresan pena ini pernah diterbitkan di Kompas dan aku kliping sejak jaman kuliah (1995-an); mengesankan sekaligus menyayat hati...

AKU mendapat bunga hari ini,
meski hari ini bukan hari istimewa dan bukan hari ulang tahunku.
Semalam untuk pertama kalinya kami bertengkar
dan ia melontarkan kata-kata menyakitkan.
Aku tahu ia menyesali perbuatannya...
karena hari ini ia mengirim aku bunga.

        Aku mendapat bunga hari ini.
Ini bukan ulang tahun perkawinan kami atau hari istimewa kami.
Semalam ia menghempaskan aku ke dinding dan mulai mencekikku...
Aku bangun dengan memar dan rasa sakit sekujur tubuhku.
Aku tahu ia menyesali (perbuatannya)
karena ia mengirim bunga padaku hari ini.

        Aku mendapat bunga hari ini,
padahal hari ini bukanlah Hari Ibu atau hari istimewa lain.
Semalam ia memukul aku lagi, lebih keras dibanding waktu-waktu lalu.
Aku takut padanya tetapi aku takut meninggalkannya.
Aku tidak punya uang.
Lalu bagaimana aku bisa menghidupi anak-anakku?
Namun aku tahu ia menyesali (perbuatannya) semalam,
karena hari ini ia kembali mengirimi aku bunga.

        Ada bunga untukku hari ini.
Hari ini adalah hari istimewa: inilah hari pemakamanku.
Ia menganiayaku sampai mati tadi malam.
Kalau saja aku memiliki cukup keberanian dan kekuatan untuk meninggalkannya,
aku tidak akan mendapat bunga lagi hari ini.
..

a n a k ~ kahlil gibran

Anakmu bukanlah milikmu,
mereka adalah putra putri sang Hidup,
yang rindu akan dirinya sendiri.

Mereka lahir lewat engkau,
tetapi bukan dari engkau,
mereka ada padamu, tetapi bukanlah milikmu.

Berikanlah mereka kasih sayangmu,
namun jangan sodorkan pemikiranmu,
sebab pada mereka ada alam pikiran tersendiri.

Patut kau berikan rumah bagi raganya,
namun tidak bagi jiwanya,
sebab jiwa mereka adalah penghuni rumah masa depan,
yang tiada dapat kau kunjungi,
sekalipun dalam mimpimu.

Engkau boleh berusaha menyerupai mereka,
namun jangan membuat mereka menyerupaimu,
sebab kehidupan tidak pernah berjalan mundur,
ataupun tenggelam ke masa lampau.

Engkaulah busur asal anakmu,
anak panah hidup, melesat pergi.

Sang Pemanah membidik sasaran keabadian,
Dia merentangkanmu dengan kuasaNya,
hingga anak panah itu melesat jauh dan cepat.

Bersukacitalah dalam rentangan tangan Sang Pemanah,
sebab Dia mengasihi anak-anak panah yang melesat laksana kilat,
sebagaimana dikasihiNya pula busur yang mantap.

Surat Seorang Ibu Kepada Anaknya

Anakku,

bagaimana kabarmu, apakah kamu baik-baik saja? Di rumah, ibumu juga sehat. Sekarang ini aku sedang memandangi cermin dan fotomu. Tiba-tiba aku menjadi sadar bahwa aku sudah mulai tua. Kerut merut di wajahku sudah semakin banyak dan aku tidak cekatan lagi seperti dulu. Aku sering iri padamu yang selalu ceria, riang, aktif dan penuh dinamika. Akupun pernah mengalami seperti itu dulu.

Anakku,

ketika menikah dengan ayahmu, aku tidak pernah membayangkan akan mempunyai anak seperti kamu. Sungguh, aku bangga padamu. Setelah engkau besar kini, aku baru sadar betapa kecilnya aku ini, betapa tidak berartinya aku. Engkau lahir dan tumbuh semata-mata karena mukjizat dan rahmat Tuhan belaka. Read more

Next Page »

  • Enter your email address:

    Delivered by FeedBurner

  • HALO READERS

    Berbagai kisah, cerita dan sharing hidup orang-orang berusaha ditampilkan di blog ini sebagai "vitamin kehidupan" kita. Selamat menyimak dan kalo berkenan tinggalkan comment dan ratings Anda.
  • ASAL READERS

  • KOMENTAR READERS


    ShoutMix chat widget