a n a k ~ kahlil gibran

Anakmu bukanlah milikmu,
mereka adalah putra putri sang Hidup,
yang rindu akan dirinya sendiri.
Mereka lahir lewat engkau,
tetapi bukan dari engkau,
mereka ada padamu, tetapi bukanlah milikmu.
Berikanlah mereka kasih sayangmu,
namun jangan sodorkan pemikiranmu,
sebab pada mereka ada alam pikiran tersendiri.
Patut kau berikan rumah bagi raganya,
namun tidak bagi jiwanya,
sebab jiwa mereka adalah penghuni rumah masa depan,
yang tiada dapat kau kunjungi,
sekalipun dalam mimpimu.
Engkau boleh berusaha menyerupai mereka,
namun jangan membuat mereka menyerupaimu,
sebab kehidupan tidak pernah berjalan mundur,
ataupun tenggelam ke masa lampau.
Engkaulah busur asal anakmu,
anak panah hidup, melesat pergi.
Sang Pemanah membidik sasaran keabadian,
Dia merentangkanmu dengan kuasaNya,
hingga anak panah itu melesat jauh dan cepat.
Bersukacitalah dalam rentangan tangan Sang Pemanah,
sebab Dia mengasihi anak-anak panah yang melesat laksana kilat,
sebagaimana dikasihiNya pula busur yang mantap.
Surat Seorang Ibu Kepada Anaknya
bagaimana kabarmu, apakah kamu baik-baik saja? Di rumah, ibumu juga sehat. Sekarang ini aku sedang memandangi cermin dan fotomu. Tiba-tiba aku menjadi sadar bahwa aku sudah mulai tua. Kerut merut di wajahku sudah semakin banyak dan aku tidak cekatan lagi seperti dulu. Aku sering iri padamu yang selalu ceria, riang, aktif dan penuh dinamika. Akupun pernah mengalami seperti itu dulu.
Anakku,
ketika menikah dengan ayahmu, aku tidak pernah membayangkan akan mempunyai anak seperti kamu. Sungguh, aku bangga padamu. Setelah engkau besar kini, aku baru sadar betapa kecilnya aku ini, betapa tidak berartinya aku. Engkau lahir dan tumbuh semata-mata karena mukjizat dan rahmat Tuhan belaka. Read more
Saya Benci Orang Kaya
![]() |
Renungan Andy F. Noya
Sejak bekerja saya tidak pernah lagi berkunjung ke Perpustakaan Soemantri Brodjonegoro di Jalan Rasuna Said, Jakarta. Tapi, suatu hari ada kerinduan dan dorongan yang luar biasa untuk ke sana. Bukan untuk baca buku, melainkan makan gado-gado di luar pagar perpustakaan. Gado-gado yang dulu selalu membuat saya ngiler. Namun baru dua tiga suap, saya merasa gado-gado yang masuk ke mulut jauh dari bayangan masa lalu. Bumbu kacang yang dulu ingin saya jilat sampai piringnya mengkilap, kini rasanya amburadul. Padahal ini gado-gado yang saya makan dulu. Kain penutup hitamnya sama. Penjualnya juga masih sama. Tapi mengapa rasanya jauh berbeda?
Malamnya, soal gado-gado itu saya ceritakan kepada istri. Bukan soal rasanya yang mengecewakan, tetapi ada hal lain yang membuat saya gundah.
Read more
Aku Menangis Untuk Adikku 6 Kali
![]() |
Aku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil. Hari demi hari, orang tuaku membajak tanah kering kuning, dan punggung mereka menghadap ke langit. Aku mempunyai seorang adik, tiga tahun lebih muda dariku. Suatu ketika, untuk membeli sebuah sapu tangan yang mana semua gadis di sekelilingku kelihatannya membawanya, aku mencuri lima puluh sen dari laci ayahku. Ayah segera menyadarinya. Beliau membuat adikku dan aku berlutut di depan tembok, dengan sebuah tongkat bambu ditangannya. "Siapa yang mencuri uang itu?" beliau bertanya. Aku terpaku, terlalu takut untuk berbicara. Ayah tidak mendengar siapa pun mengaku, jadi Beliau mengatakan, "Baiklah, kalau begitu, kalian berdua layak dipukul!" Dia mengangkat tongkat bambu itu tingi-tinggi. Tiba-tiba, adikku mencengkeram tangannya dan berkata, "Ayah, aku yang melakukannya! "Tongkat panjang itu menghantam punggung adikku bertubi-tubi. Ayah begitu marahnya sehingga ia terus menerus mencambukinya sampai beliau kehabisan nafas. Sesudahnya, beliau duduk di atas ranjang batubata kami dan memarahi, "Kamu sudah belajar mencuri dari rumah sekarang, hal memalukan apa lagi yang akan kamu lakukan di masa mendatang? Kamu layak dipukul sampai mati! Kamu pencuri tidak tahu malu!"
Read more
Tuhan & Kejahatan
![]() |
Apakah Tuhan Menciptakan Kejahatan?
Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?
Apakah kajahatan itu ada?
Seorang Profesor dari univ. terkenal itu menantang mahasiswa-mahasiswanya dengan pertanyaan ini..
apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?
Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, "Betul, dia menciptakan semuanya." "Tuhan menciptakan Semuanya?" tanya Profesor lagi. "Ya, pak, semuanya" kata mahasiswa tersebut.
Profesor itu menjawab, "Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan kejahatan.
karna kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita, bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah Kejahatan."
Read more
Stay Hungry, Stay Foolish
![]() |
Pernah denger nama Steve Jobs? Kalo belum, sama dong
Tapi kalian pasti pernah denger Apple & Pixar, kan? Nah, dia ini CEO sekaligus pendiri dari perusahaan teknologi komputer tersebut. Lebih jelasnya, siapa Steve Jobs ini bisa kalian lihat di Steve Jobs's profile
Tapi yang paling penting disini adalah saya sangat tertarik dan terinspirasi dengan apa yang pernah Steve Jobs katakan melalui pidatonya. "Stay Hungry, Stay Foolish" judul pidato yang sangat mengagumkan ini disampaikannya saat acara wisuda Stanford University, 12 Juni 2005. Berikut kalian bisa saksikan videonya yang saya ambil dari YouTube.
Dan Sdri. Dewi Sri Takarini, seorang alumni AUSAID telah menterjemahkannya dalam bahasa Indonesia, berikut ini:
Perkenalkan, Nama Saya Egois
![]() |
Oleh Samuel Mulia
Teman saya bercerita, akhir pekannya bersama beberapa orang dua minggu
lalu berlangsung dalam adu mulut dengan salah satu pengguna ATM.
Sementara teman lain menghabiskan akhir pekan dengan mabuk di sebuah
kelab malam. Saya lebih tertarik dan mungkin juga Anda, pembaca, untuk
mendengarkan cerita teman saya yang bersilat lidah ketimbang yang mabuk.
Sabtu malam, sekitar pukul sembilan, teman wanita saya itu pergi ke
ATM. Tiba di tempat itu, dua wanita ada di dalam ruang ATM. Setelah
menunggu cukup lama, dua wanita itu tak usai juga menyelesaikan urusan
mereka.
Teman saya memutuskan untuk menegur dengan halus, "Ibu masih lama?"
Satu dari wanita itu menjawab, "Enggak, bentar lagi, kok."
Bentar lagi kok-nya itulah yang mengundang sederet manusia yang
mengantre di belakang teman saya itu gerah, karena ternyata tidak
sebentar.
Akhir kata kedua wanita itu menyelesaikan urusan mereka. Teman saya
tak mempermasalahkan, tetapi seorang di belakang teman saya nyeletuk,
"Bentar, bentar. Lo pikir ATM punya emak lo?"
Maka kedua wanita itu membalas, "Kami lagi transfer uang." Dijawab
lagi, "Ya..., tetapi kelamaan." Read more





