Beda Orang Chinese, Bule & Pribumi

Beberapa waktu lalu aku dapet email tentang opini ini. Lihat dari judulnya, bagiku menarik banget untuk dibaca karena secara langsung berkaitan dengan pengalaman burukku menjadi "cino" di tanah jawa. Monggo disimak, siapa tau kita semua bisa menemukan pembenaran dari renungan ini.

Saya seorang pribumi yg dulunya benci setengah mampus sama WNI Keturunan Cina. Tetapi setelah hidup di Amerika selama 10 tahun dan sekarang bekerja di salah satu bank terbesar di dunia berpusat di New York City, pandangan saya berubah dan mengerti mengapa Cina itu berbeda dengan orang pribumi.

Dan sebenarnya banyak sekali hal-hal yg kita tidak mengerti tentang cina, dan hal-hal ini sebenarnya harus kita ketahui dan kita pikirkan lagi, karena hal-hal ini adalah sesuatu yg bisa kita pakai untuk kepentingan bangsa sendiri dan utk memajukan bangsa sendiri. Bukan saya bilang bahwa kita harus berubah jadi Cina, cuma kalau memang bagus mengapa tidak ? Dan memang ada juga hal-hal buruknya, tetapi semua bangsa juga punya.

Read more

Jangan Kirimi Aku Bunga

Goresan pena ini pernah diterbitkan di Kompas dan aku kliping sejak jaman kuliah (1995-an); mengesankan sekaligus menyayat hati...

AKU mendapat bunga hari ini,
meski hari ini bukan hari istimewa dan bukan hari ulang tahunku.
Semalam untuk pertama kalinya kami bertengkar
dan ia melontarkan kata-kata menyakitkan.
Aku tahu ia menyesali perbuatannya...
karena hari ini ia mengirim aku bunga.

        Aku mendapat bunga hari ini.
Ini bukan ulang tahun perkawinan kami atau hari istimewa kami.
Semalam ia menghempaskan aku ke dinding dan mulai mencekikku...
Aku bangun dengan memar dan rasa sakit sekujur tubuhku.
Aku tahu ia menyesali (perbuatannya)
karena ia mengirim bunga padaku hari ini.

        Aku mendapat bunga hari ini,
padahal hari ini bukanlah Hari Ibu atau hari istimewa lain.
Semalam ia memukul aku lagi, lebih keras dibanding waktu-waktu lalu.
Aku takut padanya tetapi aku takut meninggalkannya.
Aku tidak punya uang.
Lalu bagaimana aku bisa menghidupi anak-anakku?
Namun aku tahu ia menyesali (perbuatannya) semalam,
karena hari ini ia kembali mengirimi aku bunga.

        Ada bunga untukku hari ini.
Hari ini adalah hari istimewa: inilah hari pemakamanku.
Ia menganiayaku sampai mati tadi malam.
Kalau saja aku memiliki cukup keberanian dan kekuatan untuk meninggalkannya,
aku tidak akan mendapat bunga lagi hari ini.
..

  • Enter your email address:

    Delivered by FeedBurner

  • HALO READERS

    Berbagai kisah, cerita dan sharing hidup orang-orang berusaha ditampilkan di blog ini sebagai "vitamin kehidupan" kita. Selamat menyimak dan kalo berkenan tinggalkan comment dan ratings Anda.
  • SEMANGAT KITA HARI INI











  • THANKS FOR COMING

       
  • ASAL READERS

  • KOMENTAR READERS


    ShoutMix chat widget