Kehadiranmu, Papa

father-son4Ada seorang ayah yang setiap hari bekerja keras dan pulang larut malam. Bahkan seringkali di hari Sabtu dan Minggu pun ia bekerja. Suatu hari seperti biasa ia lembur lagi, dan pulang dengan tubuh lelah dan pikiran penat. Sampai di rumah ia menjumpai anaknya yang masih kecil menantinya di ruang tamu.

“Malam papa, bolehkah aku bertanya?,” tanya si anak.

“Mau tanya apa tho?,”dengan nada sedikit terganggu ayahnya menjawab (maklumlah sudah capek). 

“Papa, berapa gaji papa per jam?,” tanya si anak dengan hati-hati (takut dimarahi)                          

“Aduh ngapain sih kamu tanya begituan?,” hardik sang ayah.                                                 

“Maaf papa, saya cuma ingin tau…” (berpikir sejenak) Read more

Photo Keluarga

memandang & menghayatiSetelah tegukan terakhir kopiku, kuletakkan cangkir kesayanganku dan menaruh koranku. Seperti biasanya, mataku akan tertuju ke photo keluarga yang ada di dinding rumahku ini. Sudah ratusan hari kulalui dengan ritual kopi, koran, benturan pandangan mata ke dinding dan segera bersiap ke kantor. Entah bagaimana hari ini, setelah melihat photo keluargaku yang besar itu, aku tidak segera bergegas bersiap mengganti pakaian kerja. Mataku tertuju pada photo di dinding itu seolah ada kekuatan magis yang memanggil aku mendekatinya.
 
Kupandangi photo itu, di photo itu ada aku berdiri di bagian belakang, tangan kananku memegang bahu istriku, tangan kiriku memegang bahu si sulung, sementara istriku menggendong si bungsu, yang saat itu masih berusia 8 bulan, sedangkan si sulung yang saat itu berusia 10 tahun, memegang bahu putri kedua kami. Semua yang ada di photo itu tampak bahagia. Aku kembali mengingat kejadian saat hendak pembuatan photo itu. Read more

Bangunlah Jembatan Jangan Tembok

forgiveness (3)Alkisah ada dua orang kakak beradik yang hidup di sebuah desa. Entah karena apa mereka terjebak ke dalam suatu pertengkaran serius. Dan ini adalah kali pertama mereka bertengkar demikian hebatnya. Padahal selama 40 tahun mereka hidup rukun berdampingan, saling meminjamkan peralatan pertanian, dan bahu membahu dalam usaha perdagangan tanpa mengalami hambatan namun kerjasama yang akrab itu kini retak.

Dimulai dari kesalahpahaman yang sepele saja. Kemudian berubah menjadi perbedaan pendapat yang besar. Dan akhirnya meledak dalam bentuk caci-maki. Beberapa minggu sudah berlalu, mereka saling berdiam diri tak bertegur-sapa.

Suatu pagi, datanglah seseorang mengetuk pintu rumah sang kakak. Di depan pintu berdiri seorang pria membawa kotak perkakas tukang kayu. "Maaf tuan, sebenarnya saya sedang mencari pekerjaan?" kata pria itu dengan ramah. "Barangkali tuan berkenan memberikan beberapa pekerjaan untuk saya selesaikan?" Read more

Malaikat Pelindung

kasih_sayang_ibuSuatu ketika, ada seorang bayi yang siap untuk dilahirkan. Maka, ia bertanya kepada Tuhan, "Ya Tuhan, Engkau akan mengirimku ke bumi. Tapi aku takut, aku masih sangat kecil dan tak berdaya. Siapakah nanti yang akan melindungku disana?"
Tuhanpun menjawab, "Diantara semua malaikatKu, Aku akan memilih seorang yang khusus untukmu. Dia akan merawatmu dan mengasihimu."
Si kecil bertanya lagi, "Tapi, disini, di surga ini, aku tak berbuat apa-apa, kecuali tersenyum dan bernyanyi. Semua itu cukup membuatku bahagia."
Tuhanpun menjawab, "Tak apa, malaikatmu itu, akan selalu menyenandungkan lagu untukmu, dan dia akan membuatmu tersenyum setiap hari. Kamu akan merasakan cinta dan kasih sayang, dan itu semua pasti akan membuatmu bahagia."
Namun si kecil bertanya lagi, "Bagaimana aku bisa mengerti ucapan mereka, jika aku tak tahu bahasa yang mereka pakai?" Read more

Kekayaan, Kasih Sayang, Kesuksesan

gogh_irisesSuatu ketika, ada seorang wanita yang baru saja pulang dari bepergian dan mendapati di luar rumahnya, ia melihat ada
3 orang pria berjanggut yang duduk di halaman depan. Wanita itu tidak mengenal mereka semua. 

Wanita itu berkata dengan senyumnya yang khas: "Aku tidak mengenal Anda, tapi aku yakin Anda semua pasti orang
baik-baik yang sedang lapar.. Mari masuk ke dalam, aku pasti punya sesuatu untuk mengganjal perut". 

Pria berjanggut itu lalu balik bertanya, "Apakah suamimu sudah pulang?"  Wanita itu menjawab, "Belum, dia sedang keluar". 

"Oh kalau begitu, kami tak ingin masuk. Kami akan menunggu sampai suamimu kembali", kata pria itu. Read more

Terharu…

Iklan-iklan ini sungguh mengharukan.... mencerminkan kasih sayang orang tua sepanjang masa...

a n a k ~ kahlil gibran

Anakmu bukanlah milikmu,
mereka adalah putra putri sang Hidup,
yang rindu akan dirinya sendiri.

Mereka lahir lewat engkau,
tetapi bukan dari engkau,
mereka ada padamu, tetapi bukanlah milikmu.

Berikanlah mereka kasih sayangmu,
namun jangan sodorkan pemikiranmu,
sebab pada mereka ada alam pikiran tersendiri.

Patut kau berikan rumah bagi raganya,
namun tidak bagi jiwanya,
sebab jiwa mereka adalah penghuni rumah masa depan,
yang tiada dapat kau kunjungi,
sekalipun dalam mimpimu.

Engkau boleh berusaha menyerupai mereka,
namun jangan membuat mereka menyerupaimu,
sebab kehidupan tidak pernah berjalan mundur,
ataupun tenggelam ke masa lampau.

Engkaulah busur asal anakmu,
anak panah hidup, melesat pergi.

Sang Pemanah membidik sasaran keabadian,
Dia merentangkanmu dengan kuasaNya,
hingga anak panah itu melesat jauh dan cepat.

Bersukacitalah dalam rentangan tangan Sang Pemanah,
sebab Dia mengasihi anak-anak panah yang melesat laksana kilat,
sebagaimana dikasihiNya pula busur yang mantap.

Surat Seorang Ibu Kepada Anaknya

Anakku,

bagaimana kabarmu, apakah kamu baik-baik saja? Di rumah, ibumu juga sehat. Sekarang ini aku sedang memandangi cermin dan fotomu. Tiba-tiba aku menjadi sadar bahwa aku sudah mulai tua. Kerut merut di wajahku sudah semakin banyak dan aku tidak cekatan lagi seperti dulu. Aku sering iri padamu yang selalu ceria, riang, aktif dan penuh dinamika. Akupun pernah mengalami seperti itu dulu.

Anakku,

ketika menikah dengan ayahmu, aku tidak pernah membayangkan akan mempunyai anak seperti kamu. Sungguh, aku bangga padamu. Setelah engkau besar kini, aku baru sadar betapa kecilnya aku ini, betapa tidak berartinya aku. Engkau lahir dan tumbuh semata-mata karena mukjizat dan rahmat Tuhan belaka. Read more

Aku Menangis Untuk Adikku 6 Kali

Aku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil. Hari demi hari, orang tuaku membajak tanah kering kuning, dan punggung mereka menghadap ke langit. Aku mempunyai seorang adik, tiga tahun lebih muda dariku. Suatu ketika, untuk membeli sebuah sapu tangan yang mana semua gadis di sekelilingku kelihatannya membawanya, aku mencuri lima puluh sen dari laci ayahku. Ayah segera menyadarinya. Beliau membuat adikku dan aku berlutut di depan tembok, dengan sebuah tongkat bambu ditangannya. "Siapa yang mencuri uang itu?" beliau bertanya. Aku terpaku, terlalu takut untuk berbicara. Ayah tidak mendengar siapa pun mengaku, jadi Beliau mengatakan, "Baiklah, kalau begitu, kalian berdua layak dipukul!" Dia mengangkat tongkat bambu itu tingi-tinggi. Tiba-tiba, adikku mencengkeram tangannya dan berkata, "Ayah, aku yang melakukannya! "Tongkat panjang itu menghantam punggung adikku bertubi-tubi. Ayah begitu marahnya sehingga ia terus menerus mencambukinya sampai beliau kehabisan nafas. Sesudahnya, beliau duduk di atas ranjang batubata kami dan memarahi, "Kamu sudah belajar mencuri dari rumah sekarang, hal memalukan apa lagi yang akan kamu lakukan di masa mendatang? Kamu layak dipukul sampai mati! Kamu pencuri tidak tahu malu!"
Read more

  • Enter your email address:

    Delivered by FeedBurner

  • HALO READERS

    Berbagai kisah, cerita dan sharing hidup orang-orang berusaha ditampilkan di blog ini sebagai "vitamin kehidupan" kita. Selamat menyimak dan kalo berkenan tinggalkan comment dan ratings Anda.
  • SEMANGAT KITA HARI INI











  • THANKS FOR COMING

       
  • ASAL READERS

  • KOMENTAR READERS


    ShoutMix chat widget