Photo Keluarga

memandang & menghayatiSetelah tegukan terakhir kopiku, kuletakkan cangkir kesayanganku dan menaruh koranku. Seperti biasanya, mataku akan tertuju ke photo keluarga yang ada di dinding rumahku ini. Sudah ratusan hari kulalui dengan ritual kopi, koran, benturan pandangan mata ke dinding dan segera bersiap ke kantor. Entah bagaimana hari ini, setelah melihat photo keluargaku yang besar itu, aku tidak segera bergegas bersiap mengganti pakaian kerja. Mataku tertuju pada photo di dinding itu seolah ada kekuatan magis yang memanggil aku mendekatinya.
 
Kupandangi photo itu, di photo itu ada aku berdiri di bagian belakang, tangan kananku memegang bahu istriku, tangan kiriku memegang bahu si sulung, sementara istriku menggendong si bungsu, yang saat itu masih berusia 8 bulan, sedangkan si sulung yang saat itu berusia 10 tahun, memegang bahu putri kedua kami. Semua yang ada di photo itu tampak bahagia. Aku kembali mengingat kejadian saat hendak pembuatan photo itu. Read more

Cara Tuhan

 

andy-20noya-small2oleh : Andy F. Noya

Malam itu saya gelisah. Tidak bisa tidur. Pikiran saya bekerja ekstra keras. Dari mana saya bisa mendapatkan uang sebanyak itu? Sampai jam tiga dini hari otak saya tetap tidak mampu memecahkan masalah yang saya hadapi.

Tadi sore saya mendapat kabar dari rumah sakit tempat kakak saya berobat. Menurut dokter, jalan terbaik untuk menghambat penyebaran kanker payudara yang menyerang kakak saya adalah dengan memotong kedua payudaranya. Untuk itu, selain dibutuhkan persetujuan saya, juga dibutuhkan sejumlah biaya untuk proses operasi tersebut. Soal persetujuan, relatif mudah. Sejak awal saya sudah menyiapkan mental saya menghadapi kondisi terburuk itu. Sejak awal dokter sudah menjelaskan tentang risiko kehilangan payudara tersebut. Risiko tersebut sudah saya pahami. Kakak saya juga sudah mempersiapkan diri menghadapi kondisi terburuk itu. Namun yang membuat saya tidak bisa tidur semalaman adalah soal biaya. Jumlahnya sangat besar untuk ukuran saya waktu itu. Read more

Moving Thought

10aMaybe God wants us to meet a few wrong people before meeting the right one so that when we finally meet the right person, we will know how to be grateful for that gift.

When the door of happiness closes, another opens, but often times we look so long at the closed door that we don’t see the one which has been opened for us.

The best kind of friend is the kind you can sit on a porch and swing with, never say a word, and then walk away feeling like it was the best conversation you’ve ever had.

It’s true that we don’t know what we’ve got until we lose it, but it’s also true that we don’t know what we’ve been missing until it arrives. Read more

Ketika Kita Kehilangan

kehilangan2Skenario 1

Andaikan Anda sedang naik di dalam sebuah kereta ekonomi. Karena tidak mendapatkan tempat duduk, Anda berdiri di dalam gerbong tersebut. Suasana cukup ramai meskipun masih ada tempat bagi Anda untuk menggoyang-goyangkan kaki. Di tengah perjalanan, Anda dikejutkan oleh seseorang yang menepuk bahu Anda. "Mas, handphone mas barusan jatuh nih," kata orang tersebut seraya memberikan handphone milik Anda. Apa yang akan Anda lakukan kepada orang tersebut? Mungkin Anda akan mengucapkan terima kasih dan berlalu begitu saja.

Skenario 2

Sekarang kita beralih kepada skenario kedua. Andaikan Anda tidak sadar handphone Anda terjatuh, dan ada orang yang melihatnya dan memungutnya. Orang itu tahu handphone itu milik Anda tetapi tidak langsung memberikannya kepada Anda. Hingga tiba saatnya Anda akan turun dari kereta. Sesaat sebelum Anda turun dari kereta, orang itu menepuk Anda dan menyodorkan handphone Anda sambil berkata "Mas, handphone mas barusan jatuh nih." Apa yang akan Anda lakukan kepada orang tersebut? Mungkin Anda akan mengucapkan terima kasih juga kepada orang tersebut, tetapi saya pikir rasa terima kasih yang Anda berikan akan lebih besar daripada rasa terima kasih yang Anda berikan pada orang di skenario pertama (orang yang langsung memberikan handphone itu kepada Anda). Setelah itu mungkin Anda akan langsung turun dari kereta. Read more

Jangan Pernah Menukar Kebahagiaan Dengan Kemewahan

$$Zaman dahulu kala, hiduplah seorang Raja. Raja ini seharusnya puas dengan kehidupannya, dengan segala harta benda dan kemewahan yang ia miliki. Tapi Raja ini tidak seperti itu. Sang Raja selalu bertanya-tanya mengapa ia tidak pernah puas dengan kehidupannya. Tentu saja, ia memiliki perhatian semua orang kemana pun ia pergi, menghadiri jamuan makan malam dan pesta yang mewah, tetapi, ia merasa ada sesuatu yang kurang dan ia tidak tahu apa sebabnya.
 
Suatu hari, sang Raja bangun lebih pagi dari biasanya dan memutuskan untuk berjalan-jalan di sekitar istananya. Sang Raja masuk ke dalam ruang tamunya yang luas dan berhenti ketika ia mendengarkan seseorang bernyanyi dengan riang... dan perhatiannya tertuju kepada salah satu pembantunya. .. yang  bersenandung gembira dan wajahnya memancarkan sukacita serta kepuasan. Hal ini menarik perhatian sang Raja dan ia pun memanggil si hamba masuk ke dalam ruangannya. Read more

Narada Membawa Semangkuk Susu

Orang bijaksana dari India, Narada, menaruh bakti kepada Tuhan.
Demikian besar baktinya, hingga pada suatu hari ia tergoda untuk berpikir,
bahwa di seluruh dunia tidak ada orang, yang mencintai Tuhan melebihi dia.

Tuhan membaca hatinya dan berkata:
"Narada, pergilah ke kota di pinggir Bengawan Gangga, sebab seorang penyembahku diam di sana. Hidup di sampingnya akan baik bagimu".

Narada pergi dan bertemu dengan seorang petani, yang pagi bangun, menyebut nama Tuhan hanya satu kali, lalu mengangkat bajaknya dan pergi ke ladangnya, di mana ia bekerja sepanjang hari. Hanya sesaat sebelum tidur di waktu malam ia mengucapkan nama Tuhan satu kali lagi.

Narada berpikir : "Bagaimana si petani ini bisa berbakti kepada Tuhan?
Kulihat dia sepanjang hari sibuk dengan urusan duniawi".

Lalu Tuhan berkata kepada Narada,
"Isilah mangkuk dengan susu sampai penuh limpah dan berjalanlah keliling kota.
Lalu datanglah kembali tanpa menumpahkan satu tetes pun juga".

Narada berbuat apa yg dikatakan.

"Berapa kali engkau ingat akan daku selama berjalan keliling kota?" tanya Tuhan."

Tidak satukali pun Tuhan," kata Narada.

"Bagaimana aku bisa, kalau Engkau menyuruh aku memperhatikan mangkuk berisi susu itu ?"

Tuhan berkata: " Mangkuk itu menguasai pikiranmu hingga engkau lupa aku sama sekali.

Tetapi lihat petani yg meskipun dibebani tugas menghidupi keluarga,
ingat akan daku dua kali sehari?"

(diceritakan oleh Blasius Slamet Lasmunadi)

  • Enter your email address:

    Delivered by FeedBurner

  • HALO READERS

    Berbagai kisah, cerita dan sharing hidup orang-orang berusaha ditampilkan di blog ini sebagai "vitamin kehidupan" kita. Selamat menyimak dan kalo berkenan tinggalkan comment dan ratings Anda.
  • SEMANGAT KITA HARI INI











  • THANKS FOR COMING

       
  • ASAL READERS

  • KOMENTAR READERS


    ShoutMix chat widget