<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Vitamin Kehidupan</title>
	<atom:link href="http://everydaymultivitamin.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://everydaymultivitamin.com</link>
	<description>cerita, sharing dan makna</description>
	<lastBuildDate>Mon, 02 Nov 2009 01:25:42 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Jadilah Seperti Elang</title>
		<link>http://everydaymultivitamin.com/jadilah-seperti-elang</link>
		<comments>http://everydaymultivitamin.com/jadilah-seperti-elang#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 01:25:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[misi sopir taxi]]></category>
		<category><![CDATA[pelayanan]]></category>
		<category><![CDATA[pengemudi taxi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://everydaymultivitamin.com/?p=314</guid>
		<description><![CDATA[Tidak ada seorang pun yang dapat membuatmu melayani pelanggan dengan lebih baik. Itu karena pelayanan yang baik adalah sebuah PILIHAN ..Harvey Mackay, menceritakan sebuah kisah tentang seorang pengemudi taksi yang membuktikan hal ini. Suatu hari ia sedang mengantri menunggu taksi di sebuah airport. Ketika sebuah taksi mendekat hal pertama yang ia perhatikan adalah keadaan taksi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="FONT-FAMILY: verdana, sans-serif"><img class="alignnone size-medium wp-image-332" title="M181~Follow-Your-Dreams-Transform-Your-Life-Posters" src="http://everydaymultivitamin.com/wp-content/uploads/2009/11/M181Follow-Your-Dreams-Transform-Your-Life-Posters-298x300.jpg" alt="M181~Follow-Your-Dreams-Transform-Your-Life-Posters" width="238" height="240" />Tidak ada seorang pun yang dapat membuatmu melayani pelanggan dengan lebih baik. Itu karena pelayanan yang baik adalah sebuah PILIHAN ..</span><br style="FONT-FAMILY: verdana, sans-serif" /><br style="FONT-FAMILY: verdana, sans-serif" /><span style="FONT-FAMILY: verdana, sans-serif"><span id="lw_1256278255_0" style="BORDER-BOTTOM: medium none; BACKGROUND: none transparent scroll repeat 0% 0%; CURSOR: hand">Harvey Mackay</span>, menceritakan sebuah kisah tentang seorang pengemudi taksi yang membuktikan hal ini. </span><br style="FONT-FAMILY: verdana, sans-serif" /><br style="FONT-FAMILY: verdana, sans-serif" /><span style="FONT-FAMILY: verdana, sans-serif">Suatu hari ia sedang mengantri menunggu taksi di sebuah airport. Ketika sebuah taksi mendekat hal pertama yang ia perhatikan adalah keadaan taksi tersebut yang tampak sudah digosok hingga mengkilap. Pengemudi taksi yang terlihat sangat rapi dalam kemeja putih, dasi hitam dan celana panjang hitam tersebut keluar dan memutari taksi tersebut untuk membukakan pintu untuk Harvey. </span><br style="FONT-FAMILY: verdana, sans-serif" /><br style="FONT-FAMILY: verdana, sans-serif" /><span style="FONT-FAMILY: verdana, sans-serif">Dia memberi temanku sebuah kartu yang telah dilaminating dan berkata: "<span id="lw_1256278255_1" style="BORDER-BOTTOM: #0066cc 1px dashed; CURSOR: hand">Saya</span> Wally, supir anda. Selagi saya memasukan barang-barang anda ke bagasi, saya harap anda bersedia untuk membaca pernyataan misi saya."<span id="more-314"></span> </span><br style="FONT-FAMILY: verdana, sans-serif" /><span style="FONT-FAMILY: verdana, sans-serif">Harvey mengambil dan membaca kartu tersebut. </span><br style="FONT-FAMILY: verdana, sans-serif" /><span style="FONT-FAMILY: verdana, sans-serif">Di sana tertulis : </span><br style="FONT-FAMILY: verdana, sans-serif" /><br style="FONT-FAMILY: verdana, sans-serif" /><span style="FONT-FAMILY: verdana, sans-serif">Pernyataan Misi Wally : "Untuk mengantarkan penumpang saya ke tempat tujuan mereka dengan cara tercepat, teraman, dan termurah dalam lingkungan yang bersahabat". </span><br style="FONT-FAMILY: verdana, sans-serif" /><br style="FONT-FAMILY: verdana, sans-serif" /><span style="FONT-FAMILY: verdana, sans-serif">Hal ini sempat membuat Harvey terkejut. Terutama ketika ia menyadari bahwa keadaan di dalam taksi tersebut persis sama dengan tampak luarnya. Bersih tanpa noda! </span><br style="FONT-FAMILY: verdana, sans-serif" /><br style="FONT-FAMILY: verdana, sans-serif" /><span style="FONT-FAMILY: verdana, sans-serif">Sambil mengemudi, Wally berkata, "Apakah anda mau segelas kopi? Saya memiliki satu thermos kopi biasa dan satu decaf." Sambil bercanda teman saya berkata, "Tidak, saya lebih memilih soft drink." Wally tersenyum dan berkata, "Tidak masalah, Saya memiliki pendingin yang berisi Cola, Diet Cola, air, dan jus jeruk." </span><br style="FONT-FAMILY: verdana, sans-serif" /><br style="FONT-FAMILY: verdana, sans-serif" /><span style="FONT-FAMILY: verdana, sans-serif">Harvey berkata dengan hampir tergagap, "Baiklah saya akan mengambil Diet Cola." </span><br style="FONT-FAMILY: verdana, sans-serif" /><br style="FONT-FAMILY: verdana, sans-serif" /><span style="FONT-FAMILY: verdana, sans-serif">Sambil memberikan minuman kepada Harvey, Wally berkata, "Bila anda membutuhkan bacaan, saya punya Wall Street journal, Time, Sport illustration dan USA Today." </span><br style="FONT-FAMILY: verdana, sans-serif" /><br style="FONT-FAMILY: verdana, sans-serif" /><span style="FONT-FAMILY: verdana, sans-serif">Sambil menepi, Wally menawarkan teman saya sebuah kartu berlaminating yang lain. "Ini adalah beberapa daftar stasiun radio dan musik yang dimainkannya yang dapat diputar disini bila anda berkenan mendengarkan radio." </span><br style="FONT-FAMILY: verdana, sans-serif" /><br style="FONT-FAMILY: verdana, sans-serif" /><span style="FONT-FAMILY: verdana, sans-serif">Dan seakan semua itu tidak cukup, Wally memberitahu Harvey bahwa AC telah dinyalakan dan bertanya apakah suhunya sudah cukup nyaman untuknya. </span><br style="FONT-FAMILY: verdana, sans-serif" /><br style="FONT-FAMILY: verdana, sans-serif" /><span style="FONT-FAMILY: verdana, sans-serif">Kemudian ia menyarankan rute terbaik menuju tempat tujuannya di waktu seperti saat itu. Dia juga berkata bahwa ia akan sangat senang untuk mengobrol atau menceritakan tentang beberapa pemandangan, atau jika Harvey lebih memilih untuk dibiarkan sendiri. </span><br style="FONT-FAMILY: verdana, sans-serif" /><br style="FONT-FAMILY: verdana, sans-serif" /><span style="FONT-FAMILY: verdana, sans-serif">"Wally, tolong beri tahu saya," dengan kagum teman saya bertanya kepada pengemudi tersebut, "Apakah anda selalu melayani setiap penumpang seperti ini?" </span><br style="FONT-FAMILY: verdana, sans-serif" /><br style="FONT-FAMILY: verdana, sans-serif" /><span style="FONT-FAMILY: verdana, sans-serif">Wally tersenyum melalui kaca spion depan. </span><br style="FONT-FAMILY: verdana, sans-serif" /><br style="FONT-FAMILY: verdana, sans-serif" /><span style="FONT-FAMILY: verdana, sans-serif">"Tidak, tidak selalu, malahan hal ini baru saya lakukan dua tahun belakangan ini. Selama lima tahun pertama saya mengemudikan taksi, saya menghabiskan sebagian besar waktu saya untuk mengeluh sebagaimana yang dilakukan kebanyakan pengemudi taksi. Hingga suatu hari saya mendengar guru pengembangan pribadi, Wayne Dyer di radio. Dia baru saja menulis sebuah buku berjudul 'Anda akan Melihatnya Ketika Anda Mempercayainya' ." </span><br style="FONT-FAMILY: verdana, sans-serif" /><br style="FONT-FAMILY: verdana, sans-serif" /><span style="FONT-FAMILY: verdana, sans-serif">"Dyer berkata bila kamu bangun di pagi hari dan mengharapkan hari yang baik, namun kamu sering mengeluh dan bersikap negatif terhadap setiap keadaan. Maka kamu akan mendapati hari-hari yg buruk." </span><br style="FONT-FAMILY: verdana, sans-serif" /><br style="FONT-FAMILY: verdana, sans-serif" /><span style="FONT-FAMILY: verdana, sans-serif">"Dia berkata, 'Berhentilah mengeluh! Buatlah dirimu berbeda dalam kompetisi. Jangan menjadi seekor bebek. Jadilah seekor Elang</span><span style="FONT-FAMILY: verdana, sans-serif">'. Bebek terbiasa mengeluh sedangkan Elang terbang tinggi di angkasa dengan penuh kedamaian dan kemenangan." </span><br style="FONT-FAMILY: verdana, sans-serif" /><br style="FONT-FAMILY: verdana, sans-serif" /><span style="FONT-FAMILY: verdana, sans-serif">* Semoga bermanfaat &amp; menjadi inspirasi *</span><br style="FONT-FAMILY: verdana, sans-serif" /></p>
<p><em>NB: Artikel ini diperoleh dari newsgroup serayu-net</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://everydaymultivitamin.com/jadilah-seperti-elang/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nama Saya Di Mesin Pencari</title>
		<link>http://everydaymultivitamin.com/nama-saya-di-mesin-pencari</link>
		<comments>http://everydaymultivitamin.com/nama-saya-di-mesin-pencari#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Oct 2009 00:58:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Prie GS]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[hubungan guru dan murid]]></category>
		<category><![CDATA[kekuatan kata-kata]]></category>
		<category><![CDATA[pujian guru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://everydaymultivitamin.com/?p=323</guid>
		<description><![CDATA[Cukup dengan mengetik nama saya: Prie GS, di mesin pencari Google, bertemulah saya dengan Guru SMA saya dulu. Saya menjumpainya lewat blog karena di situlah ia menulis nama saya sebagai muridnya. Ia ingatkan soal-soal yang saya lupa: antara lain saya ternyata gemar meminjam rapidonya. Rapido adalah alat gambar yang amat mahal saat itu. Dengan tinta [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-325" title="prie gs" src="http://everydaymultivitamin.com/wp-content/uploads/2009/10/prie-gs.jpg" alt="prie gs" width="84" height="150" />Cukup dengan mengetik nama saya: <a title="Prie GS on Facebook" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1018329186&amp;ref=ts" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.facebook.com/profile.php?id=1018329186_amp_ref=ts&amp;referer=');">Prie GS</a>, di mesin pencari Google, bertemulah saya dengan Guru SMA saya dulu. Saya menjumpainya lewat blog karena di situlah ia menulis nama saya sebagai muridnya. Ia ingatkan soal-soal yang saya lupa: antara lain saya ternyata gemar meminjam rapidonya. Rapido adalah alat gambar yang amat mahal saat itu. Dengan tinta yang pekat dan ukuran pena yang berbeda-beda, itulah alat terbaik untuk menggambar kartun, hobi yang hingga kini masih saya jalani. Saat SMA, itulah satu-satunya alat untuk mencari uang dan itulah hobi yang membuat nama saya terkenal di sekolah dan membuat Pak Guru ini bangga pada muridnya.<span id="more-323"></span></p>
<p>Saya membaca blog ini dengan berkaca-kaca. Tergelar kembali seluruh kenangan saya di SMA, di sebuah kota kecil yang sudah terlihat sebagai raksasa karena asal saya yang dari desa. Maka seluruhnya dari kota kecil itu terlihat sebagai besar karena sikap udik saya. Di kota ini terlalu banyak anak-anak yang terlihat cantik dan membuat saya setiap kali diam-diam jatuh cinta. Saya sebut diam-diam karena betul-betul jatuh cinta dengan diam karena hanya saya pendam tanpa pernah benar-benar berani saya utarakan. Akibatnya hingga mulai dari naksir, sampai patah hati, sampai sembuh lagi, anak yang saya taksir itu tak sekalipun pernah mengerti. Tapi soal kenangan itu biarlah nanti saya tulis dalam bab tersendiri.</p>
<p>Yang ingin saya tekankan di kesempatan ini adalah pengaruh guru-guru terbaik dalam hidup saya, salah satunya adalah Pak Guru yang gemar meminjami rapido saya ini. Di setiap tahapan sekolah saya seperti dipertemukan dengan guru-guru semacam itu. Satu pujian dari guru ini, akan terpatri mati di dalam hati.</p>
<p>Seorang guru SD saya pernah berkata: meskipun matamu sipit (mata saya waktu kecil memang amat sipit), tapi kamu ini pinter. Tak penting sebutan mata sipit itu, tapi kata pintar itu benar-benar saya percayai hingga hari ini. Guru yang lain berkomentar: anak ini cerdas, hanya ceroboh. Saya hampir tak mendengar kata ceroboh itu. Yang terdengar hingga hari ini adalah sekadar kata cerdas itu. Sungguh, satu pujian dari guru, ia akan mengeras di ingatan serupa batu. Dan itu memotivasi bawah sadar saya hingga di hari tua. Jadi kenapa hubungan guru dan murid tidak memanfaatkan energi yang istimewa ini? Lupakan sekolah mahal, bongkar pasang kurikulum dan sekolah yang yang makin menjadi industri. Seluruh hambatan pendidikan di Indonesia bisa diperbaiki dengan memanfaatkan energi semacam ini. Saya tidak peduli apakah pujian itu adalah kenyataan diri saya. Tak penting apakah sebetulnya saya ini cerdas atau dongok, pintar atau goblok. Tapi oleh guru-guru saya, saya telah terlanjur dikatakan sebagai pintar dan cerdas. Energi itulah yang bersemayam di bawah sadar saya dan membuat saya percaya. Kualitas orang yang percaya, sungguh amat berbeda dari pihak yang menolak dan ragu-ragu. Saya mempercayainya, karena itulah mungkin saya menjadi cerdas tak terasa. Dengan cara apa? Dengan perasaan sok cerdas pada awalnya. Tetapi makin lama makin besar dorongan itu menjadi kebiasaan hidup saya.</p>
<p>Setiap kali merasa goblok dan kecil hati saya bayangkan wajah guru-guru saya itu. Di SMP, saya mengingat dengan sangat jelas komentar guru saya yang lain, "Anak ini tampaknya saja suka bercanda, tetapi diam-diam ia menyimpan kesungguhan." Pernyataan itu seperti mantera di batin saya. Mungkin pada awalnya saya memang cuma senang bercanda. Tetapi karena dianggap menyimpan kesungguhan, rasanya tak patut jika saya tidak memiliki kesungguhan hidup. Jadi, banyak kehidupan ini berubah hanya dengan beberapa kata. Kenapa kita tidak sesering mungkin menyumbangkan kata-kata itu kepada orang-orang di sekitar kita!</p>
<p><em>NB: Artikel ini telah lebih dulu dimuat </em><a title="Prie GS Blog" href="http://priegs.blogspot.com/2009/10/nama-saya-di-mesin-pencari.html" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/priegs.blogspot.com/2009/10/nama-saya-di-mesin-pencari.html?referer=');"><em>disini</em></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://everydaymultivitamin.com/nama-saya-di-mesin-pencari/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kehadiranmu, Papa</title>
		<link>http://everydaymultivitamin.com/kehadiranmu-papa</link>
		<comments>http://everydaymultivitamin.com/kehadiranmu-papa#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Oct 2009 02:02:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kasih Sayang]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[kehadiran papa]]></category>
		<category><![CDATA[papa yang sibuk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://everydaymultivitamin.com/?p=260</guid>
		<description><![CDATA[Ada seorang ayah yang setiap hari bekerja keras dan pulang larut malam. Bahkan seringkali di hari Sabtu dan Minggu pun ia bekerja. Suatu hari seperti biasa ia lembur lagi, dan pulang dengan tubuh lelah dan pikiran penat. Sampai di rumah ia menjumpai anaknya yang masih kecil menantinya di ruang tamu.
“Malam papa, bolehkah aku bertanya?,” tanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-medium wp-image-318" title="father-son4" src="http://everydaymultivitamin.com/wp-content/uploads/2009/10/father-son4-300x248.jpg" alt="father-son4" width="300" height="248" />Ada seorang ayah yang setiap hari bekerja keras dan pulang larut malam. Bahkan seringkali di hari Sabtu dan Minggu pun ia bekerja. Suatu hari seperti biasa ia lembur lagi, dan pulang dengan tubuh lelah dan pikiran penat. Sampai di rumah ia menjumpai anaknya yang masih kecil menantinya di ruang tamu.</p>
<p>“Malam papa, bolehkah aku bertanya?,” tanya si anak.</p>
<p>“Mau tanya apa tho?,”dengan nada sedikit terganggu ayahnya menjawab (maklumlah sudah capek). </p>
<p>“Papa, berapa gaji papa per jam?,” tanya si anak dengan hati-hati (takut dimarahi)                          </p>
<p>“Aduh ngapain sih kamu tanya begituan?,” hardik sang ayah.                                                 </p>
<p>“Maaf papa, saya cuma ingin tau…” (berpikir sejenak)<span id="more-260"></span>                                             </p>
<p>“Ya sudahlah, kira-kira gaji papa satu jamnya 50 ribu.”                                                   </p>
<p> “Oh!” jawab si anak, sejenak kepalanya tertunduk berpikir. Lalu dengan sangat perlahan si anak berkata, “Kalau begitu… bolehkah saya pinjam… 10 ribu saja papa…?”</p>
<p>Sang ayah pun bangkit amarahnya, “Jadi kamu nanya cuman mau pinjam uang? Sudah berani kamu ya nanya gaji papa cuman supaya kamu bisa pinjam uang untuk beli mainan tak berguna atau jajan! Cepat kamu masuk kamar dan tidur!”                    </p>
<p>Anaknya pun tanpa berkata apa-apa lagi, menundukkan kepala lalu masuk ke kamarnya dan sang ayah pun pergi mandi. Setelah mandi, sambil berbaring di tempat tidurnya sang ayah berpikir, “Mungkin aku terlalu galak pada anakku, mungkin dia memang benar-benar ingin membeli sesuatu, pelitnya aku ini, 10 ribu saja aku marah pada anakku.” Kemudian sang ayah pun bangun, mengambil 10 ribu dari dompetnya dan menuju kamar anaknya.</p>
<p>“Nak..” panggilnya dengan pelan, mungkin anaknya sudah tertidur, “…Kamu belum tidur?”                               </p>
<p>“Belum papa, maaf, dari tadi saya belum bisa tidur”, sahut anaknya.                         </p>
<p>"Mungkin papa tadi terlalu kasar kepadamu, maaf tadi papa sangat lelah dan menumpahkan marah kepadamu, nih, 10 ribu yg tadi kamu minta”.                      </p>
<p>Dengan wajah ceria anaknya menerima uang itu. Lalu anaknya mengambil sebuah kotak pensil tua yang ada dibawah bantalnya, mengambil segenggam uang dari situ, lalu menghitung uangnya.  </p>
<p>Sang ayah pun marah lagi, “Kamu ni, sebenernya mau beli apa sih? Udah punya uang gitu, masih mau pinjam lagi!” Setelah selesai menghitung lembaran-lembaran lusuh uang di tangannya, sang anak memandang ayahnya dan menjawab, “Terima kasih papa, sekarang uangku sudah cukup”                                                                       </p>
<p>“Sebenernya kamu ini mau ngapain sih! Jawab pertanyaanku”, hardik ayahnya lagi.</p>
<p>Dengan ceria dia menjawab, “Papa, ini sekarang aku punya uang 50 ribu, bolehkah aku membeli waktumu satu jam? Pulanglah lebih awal besok, aku kangen makan malam sama papa…”</p>
<p>(Artikel ini dicopy dari <a href="http://www.bluefame.com/index.php?showtopic=178522" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.bluefame.com/index.php?showtopic=178522&amp;referer=');">sini</a>)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://everydaymultivitamin.com/kehadiranmu-papa/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Di Hari Tuaku</title>
		<link>http://everydaymultivitamin.com/di-hari-tuaku</link>
		<comments>http://everydaymultivitamin.com/di-hari-tuaku#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Oct 2009 22:45:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Sedih]]></category>
		<category><![CDATA[hari tua]]></category>
		<category><![CDATA[kesedihan]]></category>
		<category><![CDATA[kesepian]]></category>
		<category><![CDATA[sendiri]]></category>
		<category><![CDATA[tanpa cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://everydaymultivitamin.com/?p=304</guid>
		<description><![CDATA[Suatu hari seorang sahabat saya pergi ke rumah orang jompo atau lebih terkenal dengan sebutan panti werdha bersama dengan teman-temannya. Kebiasaan ini mereka lakukan untuk lebih banyak mengenal bahwa akan lebih membahagiakan kalau kita bisa berbagi pada orang-orang yang kesepian dalam hidupnya.
Ketika teman saya sedang berbicara dengan beberapa ibu-ibu tua, tiba-tiba mata teman saya tertumpu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-medium wp-image-308" title="bapak tua" src="http://everydaymultivitamin.com/wp-content/uploads/2009/10/bapak-tua-300x299.jpg" alt="bapak tua" width="210" height="209" />Suatu hari seorang sahabat saya pergi ke rumah orang jompo atau lebih terkenal dengan sebutan panti werdha bersama dengan teman-temannya. Kebiasaan ini mereka lakukan untuk lebih banyak mengenal bahwa akan lebih membahagiakan kalau kita bisa berbagi pada orang-orang yang kesepian dalam hidupnya.</p>
<p>Ketika teman saya sedang berbicara dengan beberapa ibu-ibu tua, tiba-tiba mata teman saya tertumpu pada seorang opa tua yang duduk menyendiri sambil menatap kedepan dengan tatapan kosong. Lalu sang teman mencoba mendekati opa itu dan mencoba mengajaknya berbicara. Perlahan tapi pasti sang opa akhirnya mau mengobrol dengannya sampai akhirnya si opa menceritakan kisah hidupnya. Si opa memulai cerita tentang hidupnya sambil menghela napas panjang.<span id="more-304"></span></p>
<blockquote><p>Sejak masa muda saya menghabiskan waktu saya untuk terus mencari usaha yang baik untuk keluarga saya, khususnya untuk anak-anak yang sangat saya cintai. Sampai akhirnya saya mencapai puncaknya dimana kami bisa tinggal dirumah yang sangat besar dengan segala fasilitas yang sangat bagus. Demikian pula dengan anak-anak saya, mereka semua berhasil sekolah sampai keluar negeri dengan biaya yang tidak pernah saya batasi. Akhirnya mereka semua berhasil dalam sekolah juga dalam usahanya dan juga dalam berkeluarga.</p>
<p>Tibalah dimana kami sebagai orangtua merasa sudah saatnya pensiun dan menuai hasil panen kami. Tiba-tiba istri tercinta saya yang selalu setia menemani saya dari sejak saya memulai kehidupan ini meninggal dunia karena sakit yang sangat mendadak. Lalu sejak kematian istri saya tinggallah saya hanya dengan para pembantu kami karena anak-anak kami semua tidak ada yang mau menemani saya karena mereka sudah mempunyai rumah yang juga besar. Hidup saya rasanya hilang, tiada lagi orang yang mau menemani saya setiap saat saya memerlukannya. Tidak sebulan sekali anak-anak mau menjenguk saya ataupun memberi kabar melalui telepon.</p>
<p>Lalu tiba-tiba anak sulung saya datang dan mengatakan kalau dia akan menjual rumah karena selain tidak efisien juga toh saya dapat ikut tinggal dengannya. Dengan hati yang berbunga saya menyetujuinya karena toh saya juga tidak memerlukan rumah besar lagi tapi tanpa ada orang-orang yang saya kasihi di dalamnya. Setelah itu saya ikut dengan anak saya yang sulung. Tapi apa yang saya dapatkan ? setiap hari mereka sibuk sendiri-sendiri dan kalaupun mereka ada di rumah tak pernah sekalipun mereka mau menyapa saya. Semua keperluan saya pembantu yang memberi. Untunglah saya selalu hidup teratur dari muda maka meskipun sudah tua saya tidak pernah sakit-sakitan.</p>
<p>Lalu saya tinggal dirumah anak saya yang lain. Saya berharap kalau saya akan mendapatkan sukacita idalamnya, tapi rupanya tidak. Yang lebih menyakitkan semua alat-alat untuk saya pakai mereka ganti, mereka menyediakan semua peralatan dari kayu dengan alasan untuk keselamatan saya tapi sebetulnya mereka sayang dan takut kalau saya memecahkan alat-alat mereka yang mahal-mahal itu. Setiap hari saya makan dan minum dari alat-alat kayu atau plastik yang sama dengan yang mereka sediakan untuk para pembantu dan anjing mereka. Setiap hari saya makan dan minum sambil mengucurkan airmata dan bertanya dimanakah hati nurani mereka?</p>
<p>Akhirnya saya tinggal dengan anak saya yang terkecil, anak yang dulu sangat saya kasihi melebihi yang lain karena dia dulu adalah seorang anak yang sangat memberikan kesukacitaan pada kami semua. Tapi apa yang saya dapatkan? Setelah beberapa lama saya tinggal disana akhirnya anak saya dan istrinya mendatangi saya lalu mengatakan bahwa mereka akan mengirim saya untuk tinggal di panti jompo dengan alasan supaya saya punya teman untuk berkumpul dan juga mereka berjanji akan selalu mengunjungi saya.</p>
<p>Sekarang sudah 2 tahun saya disini tapi tidak sekalipun dari mereka yang datang untuk mengunjungi saya apalagi membawakan makanan kesukaan saya. Hilanglah semua harapan saya tentang anak-anak yang saya besarkan dengan segala kasih sayang dan kucuran keringat. Saya bertanya-tanya mengapa kehidupan hari tua saya demikian menyedihkan padahal saya bukanlah orangtua yang menyusahkan, semua harta saya mereka ambil. Saya hanya minta sedikit perhatian dari mereka tapi mereka sibuk dengan diri sendiri. Kadang saya menyesali diri mengapa saya bisa mendapatkan anak-anak yang demikian buruk. Masih untung disini saya punya teman-teman dan juga kunjungan dari sahabat – sahabat yang mengasihi saya tapi tetap saya merindukan anak-anak saya.</p></blockquote>
<p>Sejak itu sahabat saya selalu menyempatkan diri untuk datang kesana dan berbicara dengan sang opa. Lambat laun tapi pasti kesepian di mata sang opa berganti dengan keceriaan apalagi kalau sekali-sekali teman saya membawa serta anak-anaknya untuk berkunjung. Sampai hatikah kita membiarkan para orangtua kesepian dan menyesali hidupnya hanya karena semua kesibukan hidup kita. Bukankah suatu haripun kita akan sama dengan mereka, tua dan kesepian ? Ingatlah bahwa tanpa Ayah dan Ibu, kita tidak akan ada di dunia dan menjadi seperti ini.</p>
<p>Jika kamu masih mempunyai orang tua, bersyukurlah sebab banyak anak yatim-piatu yang merindukan kasih sayang orang tua. When was the last time you chat to your parent? THEY NEED YOU! Love your parents in anyway they are…</p>
<p><em>NB: Artikel ini diambil dari blog <a href="http://optikonline.info/2008/07/19/renungan-di-hari-tua.html" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/optikonline.info/2008/07/19/renungan-di-hari-tua.html?referer=');">ini</a></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://everydaymultivitamin.com/di-hari-tuaku/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kelulusan</title>
		<link>http://everydaymultivitamin.com/kelulusan</link>
		<comments>http://everydaymultivitamin.com/kelulusan#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Oct 2009 07:36:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[puisi]]></category>
		<category><![CDATA[kelulusan]]></category>
		<category><![CDATA[percaya diri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://everydaymultivitamin.com/?p=297</guid>
		<description><![CDATA[Jalan menuju NEXT LEVEL
tidak selalu lurus…
ada tikungan bernama
KEGAGALAN…
Ada bundaran bernama
KEBINGUNGAN…
Tanjakan bernama
TEMAN…
Lampu merah bernama
MUSUH…
Lampu kuning bernama
KELUARGA…
Engkau akan mengalami
ban PECAH…
itulah PROSES…
tapi jika engkau membawa
ban serep bernama
TEKAD…
Mesin bernama
KETEKUNAN…
Asuransi bernama
PERCAYA…
Penolong bernama
TUHAN…
Kau akan sampai di daerah yang
disebut…
 
KELULUSAN…

Tulisan ini diambil dari blog ini
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Jalan menuju NEXT LEVEL<br />
tidak selalu lurus…</p>
<p>ada tikungan bernama<br />
KEGAGALAN…</p>
<p>Ada bundaran bernama<br />
KEBINGUNGAN…</p>
<p>Tanjakan bernama<br />
TEMAN…</p>
<p>Lampu merah bernama<br />
MUSUH…</p>
<p>Lampu kuning bernama<br />
KELUARGA…</p>
<p>Engkau akan mengalami<br />
ban PECAH…</p>
<p>itulah PROSES…</p>
<p>tapi jika engkau membawa<br />
ban serep bernama<br />
TEKAD…</p>
<p>Mesin bernama<br />
KETEKUNAN…</p>
<p>Asuransi bernama<br />
PERCAYA…</p>
<p>Penolong bernama<br />
TUHAN…</p>
<p>Kau akan sampai di daerah yang<br />
disebut…</p>
<p> </p>
<p>KELULUSAN…</p>
</blockquote>
<p><em>Tulisan ini diambil dari blog </em><a title="SMS Lucu" href="http://bocahiseng.blogspot.com/2008/11/sms-cinta-lucu.html" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/bocahiseng.blogspot.com/2008/11/sms-cinta-lucu.html?referer=');"><em>ini</em></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://everydaymultivitamin.com/kelulusan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sang Juara</title>
		<link>http://everydaymultivitamin.com/sang-juara</link>
		<comments>http://everydaymultivitamin.com/sang-juara#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Oct 2009 23:33:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[doa kepada Tuhan]]></category>
		<category><![CDATA[juara]]></category>
		<category><![CDATA[kemenangan]]></category>
		<category><![CDATA[lomba balap mobil mainan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://everydaymultivitamin.com/?p=263</guid>
		<description><![CDATA[Suatu ketika, ada seorang anak yang sedang mengikuti sebuah lomba mobil balap mainan. Suasana sungguh meriah siang itu, sebab ini adalah babak final. Hanya tersisa 4 orang sekarang dan mereka memamerkan setiap mobil mainan yang dimiliki. Semuanya buatan sendiri, sebab, memang begitulah peraturannya.
Ada seorang anak bernama Mark. Mobilnya tak istimewa, namun ia termasuk dalam 4 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-medium wp-image-291" title="tantangan" src="http://everydaymultivitamin.com/wp-content/uploads/2009/10/tantangan-280x300.jpg" alt="tantangan" width="196" height="210" />Suatu ketika, ada seorang anak yang sedang mengikuti sebuah lomba mobil balap mainan. Suasana sungguh meriah siang itu, sebab ini adalah babak final. Hanya tersisa 4 orang sekarang dan mereka memamerkan setiap mobil mainan yang dimiliki. Semuanya buatan sendiri, sebab, memang begitulah peraturannya.</p>
<p>Ada seorang anak bernama Mark. Mobilnya tak istimewa, namun ia termasuk dalam 4 anak yang masuk final. Dibanding semua lawannya, mobil Mark lah yang paling tak sempurna. Beberapa anak menyangsikan kekuatan mobil itu untuk berpacu melawan mobil lainnya. Yah, memang, mobil itu tak begitu menarik. Dengan kayu yang sederhana dan sedikit lampu kedip diatasnya, tentu tak sebanding dengan hiasan mewah yang dimiliki mobil mainan lainnya. Namun, Mark bangga dengan itu semua, sebab, mobil itu buatan tangannya sendiri.<span id="more-263"></span></p>
<p>Tibalah saat yang dinantikan. Final kejuaraan mobil balap mainan. Setiap anak mulai bersiap di garis start, untuk mendorong mobil mereka kencang-kencang. Di setiap jalur lintasan, telah siap 4 mobil, dengan 4 "pembalap" kecilnya. Lintasan itu berbentuk lingkaran dengan 4 jalur terpisah diantaranya. Namun sesaat kemudian, Mark meminta waktu sebentar sebelum lomba dimulai. Ia tampak berkomat-kamit seperti sedang berdoa. Matanya terpejam, dengan tangan bertangkup memanjatkan doa. Lalu, semenit kemudian, ia berkata,"Ya, aku siap!". Dor. Tanda telah dimulai.</p>
<p>Dengan satu hentakan kuat, mereka mulai mendorong mobilnya kuat-kuat. Semua mobil itu pun meluncur dengan cepat. Setiap orang bersorak-sorai, bersemangat menjagokan mobilnya masing-masing. "Ayo..ayo... cepat..cepat, maju..maju", begitu teriak mereka. Ahha...sang pemenang harus ditentukan, tali lintasan finish pun telah terlambai. Dan, Mark lah pemenangnya. Ya, semuanya senang, begitu juga Mark. Ia berucap dan berkomat-kamit lagi dalam hati. "Terima kasih."</p>
<p>Saat pembagian piala tiba, Mark maju ke depan dengan bangga. Sebelum piala itu diserahkan, ketua panitia bertanya. "Hai jagoan, kamu pasti tadi berdoa kepada Tuhan agar kamu menang, bukan?". Mark terdiam. "Bukan, Pak, bukan itu yang aku panjatkan" kata Mark. Ia lalu melanjutkan, “Sepertinya, tak adil untuk meminta pada Tuhan untuk menolongmu mengalahkan orang lain. "Aku, hanya bermohon pada Tuhan supaya aku tak menangis, jika aku kalah.”</p>
<p>Semua hadirin terdiam mendengar itu. Setelah beberapa saat, terdengarlah gemuruh tepuk- tangan yang memenuhi ruangan. Teman, anak-anak, tampaknya lebih punya kebijaksanaan dibanding kita semua. Mark, tidaklah bermohon pada Tuhan untuk menang dalam setiap ujian. Mark, tak memohon Tuhan untuk meluluskan dan mengatur setiap hasil yang ingin diraihnya. Anak itu juga tak meminta Tuhan mengabulkan semua harapannya. Ia tak berdoa untuk menang, dan menyakiti yang lainnya. Namun, Mark, bermohon pada Tuhan, agar diberikan kekuatan saat menghadapi itu semua. Ia berdoa, agar diberikan kemuliaan, dan mau menyadari kekurangan dengan rasa bangga.</p>
<p>Mungkin, telah banyak waktu yang kita lakukan untuk berdoa pada Tuhan untuk mengabulkan setiap permintaan kita. Terlalu sering juga kita meminta Tuhan untuk menjadikan kita nomor satu, menjadi yang terbaik, menjadi pemenang dalam setiap ujian. Terlalu sering kita berdoa pada Tuhan, untuk menghalau setiap halangan dan cobaan yang ada di depan mata. Padahal, bukankah yang kita butuhkan adalah bimbingan-Nya, tuntunan-Nya, dan panduan-Nya? Kita, sering terlalu lemah untuk percaya bahwa kita kuat. Kita sering lupa dan kita sering merasa cengeng dengan kehidupan ini. Tak adakah semangat perjuangan yang mau kita lalui?</p>
<p><em>NB. Terimakasih teman-teman yang telah meneruskan cerita ini.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://everydaymultivitamin.com/sang-juara/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apakah Itu Cinta?</title>
		<link>http://everydaymultivitamin.com/apakah-itu-cinta</link>
		<comments>http://everydaymultivitamin.com/apakah-itu-cinta#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Oct 2009 12:10:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[puisi]]></category>
		<category><![CDATA[bukan cinta]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[inikah cinta]]></category>
		<category><![CDATA[puisi cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://everydaymultivitamin.com/?p=280</guid>
		<description><![CDATA[Bila telapak tanganmu berkeringat,
Hatimu dag dig dug,
Suaramu bagai tersangkut di tenggorokan,
Itu bukan cinta, tetapi SUKA…
Bila tanganmu tidak dapat berhenti memegang
dan menyentuhnya,
Itu bukan cinta tetapi BERAHI…
Bila kamu menginginkannya karena tahu
Ia akan selalu berada di sampingmu,
Itu bukan cinta tetapi KESEPIAN…
Bila kamu menerima pernyataan cintanya
Karena kamu tak mau menyakiti hatinya,
Itu bukan cinta tetapi KASIHAN…
Bila kamu bersedia memberikan semua
Yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><img class="alignnone size-medium wp-image-281" title="__Forever___by_Midii" src="http://everydaymultivitamin.com/wp-content/uploads/2009/10/Forever___by_Midii-266x300.jpg" alt="__Forever___by_Midii" width="192" height="216" />Bila telapak tanganmu berkeringat,<br />
Hatimu dag dig dug,<br />
Suaramu bagai tersangkut di tenggorokan,<br />
Itu bukan cinta, tetapi SUKA…</em></p>
<p><em>Bila tanganmu tidak dapat berhenti memegang<br />
dan menyentuhnya,<br />
Itu bukan cinta tetapi BERAHI…</em></p>
<p><em>Bila kamu menginginkannya karena tahu<br />
Ia akan selalu berada di sampingmu,<br />
Itu bukan cinta tetapi KESEPIAN…</em></p>
<p><em>Bila kamu menerima pernyataan cintanya<br />
Karena kamu tak mau menyakiti hatinya,<br />
Itu bukan cinta tetapi KASIHAN…<span id="more-280"></span></em></p>
<p><em>Bila kamu bersedia memberikan semua<br />
Yang kamu sukai demi dia,<br />
Itu bukan cinta tetapi KEMURAHAN HATI…</em></p>
<p><em>Bila kamu bangga dan selalu ingin memamerkannya<br />
Kepada semua orang,<br />
Itu bukan cinta tetapi KEMUJURAN…</em></p>
<p><em>Bila kamu mengatakan padanya bahwa<br />
ia adalah satu-satunya hal yang kamu pikirkan,<br />
Itu bukan cinta tetapi GOMBAL…</em></p>
<p><em>Namun inilah CINTA…<br />
Ketika kamu MENERIMA KESALAHAN DIA,<br />
Karena itu adalah bagian dari kepribadiannya.</em></p>
<p><em>Ketika kamu RELA MEMBERIKAN HATIMU, KEHIDUPANMU,<br />
BAHKAN KEMATIANMU;</em></p>
<p><em>Ketika HATIMU TERCABIK BILA IA SEDIH,<br />
dan BERBUNGA BILA IA BAHAGIA;</em></p>
<p><em>Ketika kamu MENANGIS UNTUK KEPEDIHANNYA<br />
Biarpun ia cukup tegar menghadapinya;</em></p>
<p><em>Ketika kamu tertarik kepada orang lain<br />
Tetapi kamu masih SETIA bersamanya.</em></p>
<p><em>CINTA adalah PENGORBANAN;</em></p>
<p><em>MENCINTAI berarti MEMBERI DIRI.</em></p>
<p><em>CINTA adalah KEMATIAN ATAS EGOISME dan EGOSENTRISME.</em></p>
<p><em>Kadang itu menyakitkan, tetapi itulah harga yang harus dibayar...<br />
Untuk sebuah CINTA...</em></p>
<p><em>Semua diatas adalah kata perumpamaan, tapi<br />
Awal dari cinta adalah membiarkan orang yang kita cintai menjadi<br />
dirinya sendiri, dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kita inginkan.<br />
Jika tidak, kita hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kita temukan<br />
di dalam dia.......................</em></p>
<p>NB. Puisi ini dicopy dari <a title="Puisi Cinta Sejati" href="http://www.kikil.org/forum/Thread-puisi-cinta-sejati" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.kikil.org/forum/Thread-puisi-cinta-sejati?referer=');">sini</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://everydaymultivitamin.com/apakah-itu-cinta/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Photo Keluarga</title>
		<link>http://everydaymultivitamin.com/photo-keluarga</link>
		<comments>http://everydaymultivitamin.com/photo-keluarga#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Oct 2009 11:14:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kasih Sayang]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Syukur]]></category>
		<category><![CDATA[anugerah Tuhan]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga bahagia]]></category>
		<category><![CDATA[photo keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[yacinta senduk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://everydaymultivitamin.com/?p=270</guid>
		<description><![CDATA[Setelah tegukan terakhir kopiku, kuletakkan cangkir kesayanganku dan menaruh koranku. Seperti biasanya, mataku akan tertuju ke photo keluarga yang ada di dinding rumahku ini. Sudah ratusan hari kulalui dengan ritual kopi, koran, benturan pandangan mata ke dinding dan segera bersiap ke kantor. Entah bagaimana hari ini, setelah melihat photo keluargaku yang besar itu, aku tidak segera [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-medium wp-image-276" title="memandang &amp; menghayati" src="http://everydaymultivitamin.com/wp-content/uploads/2009/10/memandang-menghayati-221x300.jpg" alt="memandang &amp; menghayati" width="177" height="240" />Setelah tegukan terakhir kopiku, kuletakkan cangkir kesayanganku dan menaruh koranku. Seperti biasanya, mataku akan tertuju ke photo keluarga yang ada di dinding rumahku ini. Sudah ratusan hari kulalui dengan ritual kopi, koran, benturan pandangan mata ke dinding dan segera bersiap ke kantor. Entah bagaimana hari ini, setelah melihat photo keluargaku yang besar itu, aku tidak segera bergegas bersiap mengganti pakaian kerja. Mataku tertuju pada photo di dinding itu seolah ada kekuatan magis yang memanggil aku mendekatinya.<br />
 <br />
Kupandangi photo itu, di photo itu ada aku berdiri di bagian belakang, tangan kananku memegang bahu istriku, tangan kiriku memegang bahu si sulung, sementara istriku menggendong si bungsu, yang saat itu masih berusia 8 bulan, sedangkan si sulung yang saat itu berusia 10 tahun, memegang bahu putri kedua kami. Semua yang ada di photo itu tampak bahagia. Aku kembali mengingat kejadian saat hendak pembuatan photo itu. <span id="more-270"></span></p>
<p>Istriku tampak sedang kewalahan habis mengganti popok si bungsu, si sulung tak habisnya mengisengi adiknya dengan menarik-narik pita rambutnya. Sementara aku sibuk merapikan dasi yang tampaknya hari itu tidak mau rapi juga. Beberapa kali aku berteriak minta tolong istriku membetulkan posisi dasiku, beberapa kali ia telah menjawab, "iya, yah", tapi dia tidak bisa juga datang menghampiriku karena tangannya harus mengurus bayi kami, matanya harus mengawasi dua anak kami lainnya yang bertengkar dan beberapa kali menegur si sulung, menasihati pula sang adik, "Kakak, berhentilah menarik pita Rena, Rena tidak perlu berteriak-teriak begitu. Ayo, Rena, tolong jaga adikmu sebentar, ibu mau membantu ayahmu membenarkan dasinya." Dan.. Saat pengambilan photo pun, sungguh tidak mudah, dari bayi kami yang tidak mau melihat ke depan, Rena yang sibuk memegangi kuncirannya dan merasa bahwa kuncirannya itu menjadi miring karena ditarik-tarik sang kakak. Sang kakak yang tidak mau tersenyum, ia tampak tegang melihat kamera. 7 kali kamera harus dijepret untuk mendapatkan gambar photo yang ada di dinding itu.<br />
 <br />
Kutelusuri lagi semuanya ke belakang, oh! Betapa banyaknya hari-hari yang penuh tantangan, ketika bayi kami beberapa kali mengalami demam tinggi dan kami harus bolak-balik ke beberapa dokter. Ada pula saat istriku harus memperjuangkan kelahiran putri kedua kami yang sungsang. Ada hari-hari dimana si sulung terus berulah di sekolah, sehingga panggilan guru ke sekolah adalah langganan kami. Keluarga istriku yang terus menerus menghasutnya untuk meninggalkanku karena keadaan ekonomi kami yang serba pas-pasan, sementara keluarganya sangat berada. Dan diriku.. .Yang selalu bertanya, apakah aku sanggup menghidupi keluarga ini... Dari malam ke malam, rasa takut itu berada satu selimut denganku.. Bagaimana aku bisa melayakkan hidup keluargaku, bagaimana jika aku dipecat, bagaimana membayar uang sekolah anak-anak yang semakin mahal, bagaimana membahagiakan istriku yang berasal dari keluarga yang berkecukupan. . Bagaimana, bagaimana, bagaimana? Bagaimana masa depan keluarga kecilku ini??</p>
<p>Aku kembali memandang photo keluarga kami di dinding.. Dari semua hari-hari yang penuh tantangan, nyatanya, ada pula waktu dimana aku mampu menyatukan mereka. Photo ini tidak bohong, kami semua tampak bahagia.. Itulah sebagian masa depan yang dulunya sering kutakutkan, nyatanya.. Tuhan tidak membiarkan keluarga kami berhamburan. Di dalam photo itu, kami semua tersenyum.. Mungkin saja karena telah diatur.. Yah, semuanya memang indah jika diatur. Dan di dalam perjalananku DIA telah mengatur hidup keluargaku. Terimakasih Tuhan atas penyertaanMU selama ini, aku tertunduk bersyukur, aku tahu masa depan keluargaku akan baik-baik saja jika kami berjalan denganNYA..<br />
 <br />
"Yah, tidak ke kantor?" Tiba-tiba suara istriku membuyarkan lamunanku, di tangannya ada celana panjang dan kemejaku. "Ya, aku akan ke kantor, bu." Aku pasti akan ke kantor, sayang, dan senantiasa berjalan maju memperjuangkan keluarga anugerah Tuhan yang indah ini.<br />
 <br />
Tulisan ini saya persembahkan untuk semua keluarga Indonesia.<br />
<strong><em>Yacinta Senduk</em></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://everydaymultivitamin.com/photo-keluarga/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Semut Dan Lalat</title>
		<link>http://everydaymultivitamin.com/semut-dan-lalat</link>
		<comments>http://everydaymultivitamin.com/semut-dan-lalat#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Sep 2009 08:21:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[hasil yang berbeda]]></category>
		<category><![CDATA[pemenang]]></category>
		<category><![CDATA[semut dan lalat]]></category>
		<category><![CDATA[tidak mengulang kesalahan yang sama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://everydaymultivitamin.com/?p=256</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa ekor lalat nampak terbang berpesta diatas sebuah tong sampah didepan sebuah rumah. Suatu ketika anak pemilik rumah keluar dan tidak menutup kembali pintu rumah kemudian nampak seekor lalat bergegas terbang memasuki rumah itu. Si lalat langsung menuju sebuah meja makan yang penuh dengan makanan lezat. "Saya bosan dengan sampah-sampah itu, ini saatnya menikmati makanan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-266" title="kapal dalam botol2" src="http://everydaymultivitamin.com/wp-content/uploads/2009/09/kapal-dalam-botol2.jpg" alt="kapal dalam botol2" width="189" height="189" />Beberapa ekor lalat nampak terbang berpesta diatas sebuah tong sampah didepan sebuah rumah. Suatu ketika anak pemilik rumah keluar dan tidak menutup kembali pintu rumah kemudian nampak seekor lalat bergegas terbang memasuki rumah itu. Si lalat langsung menuju sebuah meja makan yang penuh dengan makanan lezat. "Saya bosan dengan sampah-sampah itu, ini saatnya menikmati makanan segar" katanya.</p>
<p>Setelah kenyang si lalat bergegas ingin keluar dan terbang menuju pintu saat dia masuk, namun ternyata pintu kaca itu telah tertutup rapat. Si lalat hinggap sesaat di kaca pintu memandangi kawan-kawannya yang melambai-lambaikan tangannya seolah meminta agar dia bergabung kembali dengan mereka. Si lalat pun terbang di sekitar kaca, sesekali melompat dan menerjang kaca itu, dengan tak kenal menyerah si lalat mencoba keluar dari pintu kaca. Lalat itu merayap mengelilingi kaca dari atas ke bawah dan dari kiri ke kanan bolak-balik demikian terus dan terus berulang-ulang.<span id="more-256"></span></p>
<p>Hari makin petang si lalat itu nampak kelelahan dan kelaparan dan esok paginya nampak lalat itu terkulai lemas terkapar di lantai. Tak jauh dari tempat itu nampak serombongan semut merah berjalan beriringan keluar dari sarangnya untuk mencari makan dan ketika menjumpai lalat yang tak berdaya itu, serentak mereka mengerumuni dan beramai-ramai menggigit tubuh lalat itu hingga mati. Kawanan semut itu pun beramai-ramai mengangkut bangkai lalat yang malang itu menuju sarang mereka.</p>
<p>Dalam perjalanan, seekor semut kecil bertanya kepada rekannya yang lebih tua "Ada apa dengan lalat ini Pak?, mengapa dia sekarat?". "Oh.. itu sering terjadi, ada saja lalat yang mati sia-sia seperti ini, sebenarnya mereka ini telah berusaha, dia sungguh-sungguh telah berjuang keras berusaha keluar dari pintu kaca itu namun ketika tak juga menemukan jalan keluar, dia frustasi dan kelelahan hingga akhirnya jatuh sekarat dan menjadi menu makan malam kita."</p>
<p>Semut kecil itu nampak manggut-manggut, namun masih penasaran dan bertanya lagi, "Aku masih tidak mengerti, bukannya lalat itu sudah berusaha keras? kenapa tidak berhasil?". Masih sambil berjalan dan memanggul bangkai lalat, semut tua itu menjawab, "Lalat itu adalah seorang yang tak kenal menyerah dan telah mencoba berulang kali, hanya saja dia melakukannya dengan cara-cara yang sama."</p>
<p>Semut tua itu memerintahkan rekan-rekannya berhenti sejenak seraya melanjutkan perkataannya namun kali ini dengan mimik &amp; nada lebih serius, "Ingat anak muda, jika kamu melakukan sesuatu dengan cara yang sama namun mengharapkan hasil yang berbeda, maka nasib kamu akan seperti lalat ini".</p>
<p>Pemenang tidak melakukan hal-hal yang berbeda, mereka hanya melakukannya dengan cara yang berbeda.</p>
<p>(Artikel ini dicopy dari <a href="http://www.bluefame.com/index.php?showtopic=240131" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.bluefame.com/index.php?showtopic=240131&amp;referer=');">sini</a>)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://everydaymultivitamin.com/semut-dan-lalat/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berani Mencoba</title>
		<link>http://everydaymultivitamin.com/berani-mencoba</link>
		<comments>http://everydaymultivitamin.com/berani-mencoba#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Sep 2009 07:12:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[berani mencoba]]></category>
		<category><![CDATA[jam berdetak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://everydaymultivitamin.com/?p=241</guid>
		<description><![CDATA[Alkisah seorang pembuat jam tangan berkata kepada jam yang sedang dibuatnya. “Hai jam, apakah kamu sanggup untuk berdetak paling tidak 31.104.000 kali selama setahun?” “Ha?,” kata jam terperanjat, “Mana sanggup saya?”
“Bagaimana kalau 86.400 kali dalam sehari?” “Delapan puluh ribu empat ratus kali? Dengan jarum yang ramping-ramping seperti ini?” jawab jam penuh keraguan.
“Bagaimana kalau 3.600 kali [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-medium wp-image-250" title="time_by_Vive_Le_Rock" src="http://everydaymultivitamin.com/wp-content/uploads/2009/09/time_by_Vive_Le_Rock-300x269.jpg" alt="time_by_Vive_Le_Rock" width="194" height="175" />Alkisah seorang pembuat jam tangan berkata kepada jam yang sedang dibuatnya. “Hai jam, apakah kamu sanggup untuk berdetak paling tidak 31.104.000 kali selama setahun?” “Ha?,” kata jam terperanjat, “Mana sanggup saya?”</p>
<p>“Bagaimana kalau 86.400 kali dalam sehari?” “Delapan puluh ribu empat ratus kali? Dengan jarum yang ramping-ramping seperti ini?” jawab jam penuh keraguan.</p>
<p>“Bagaimana kalau 3.600 kali dalam satu jam?” “Dalam satu jam harus berdetak 3.600 kali? Banyak sekali itu,” tetap saja jam ragu-ragu dengan kemampuan dirinya.<span id="more-241"></span></p>
<p>Tukang jam itu dengan penuh kesabaran kemudian bicara kepada si jam. “Kalau begitu, sanggupkah kamu berdetak satu kali setiap detik?” “Naaaa, kalau begitu, aku sanggup!” kata jam dengan penuh antusias.</p>
<p>Maka setelah selesai dibuat, jam itu berdetak satu kali setiap detik. Tanpa terasa, detik demi detik berlalu dan jam itu sungguh luar biasa karena ternyata selama satu tahun penuh dia telah berdetak tanpa henti. Dan itu berarti ia telah berdetak sebanyak 31.104.000 kali.</p>
<p>Teman, ada kalanya kita ragu-ragu dengan segala tugas pekerjaan yang begitu terasa berat. Namun sebenarnya kalau kita sudah menjalankannya, kita ternyata mampu. Bahkan yang semula kita anggap mustahil untuk dilakukan sekalipun.</p>
<p>Jangan berkata “tidak” sebelum Anda pernah mencobanya. Beranilah untuk mencoba dan memulai. Jangan takut!</p>
<p><em>(Disadur dari Buku Motivasi – Ir. Andi Muzaki, SH, MT)</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://everydaymultivitamin.com/berani-mencoba/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
