Jangan Kirimi Aku Bunga
Goresan pena ini pernah diterbitkan di Kompas dan aku kliping sejak jaman kuliah (1995-an); mengesankan sekaligus menyayat hati...
AKU mendapat bunga hari ini,
meski hari ini bukan hari istimewa dan bukan hari ulang tahunku.
Semalam untuk pertama kalinya kami bertengkar
dan ia melontarkan kata-kata menyakitkan.
Aku tahu ia menyesali perbuatannya...
karena hari ini ia mengirim aku bunga.Aku mendapat bunga hari ini.
Ini bukan ulang tahun perkawinan kami atau hari istimewa kami.
Semalam ia menghempaskan aku ke dinding dan mulai mencekikku...
Aku bangun dengan memar dan rasa sakit sekujur tubuhku.
Aku tahu ia menyesali (perbuatannya)
karena ia mengirim bunga padaku hari ini.Aku mendapat bunga hari ini,
padahal hari ini bukanlah Hari Ibu atau hari istimewa lain.
Semalam ia memukul aku lagi, lebih keras dibanding waktu-waktu lalu.
Aku takut padanya tetapi aku takut meninggalkannya.
Aku tidak punya uang.
Lalu bagaimana aku bisa menghidupi anak-anakku?
Namun aku tahu ia menyesali (perbuatannya) semalam,
karena hari ini ia kembali mengirimi aku bunga.Ada bunga untukku hari ini.
Hari ini adalah hari istimewa: inilah hari pemakamanku.
Ia menganiayaku sampai mati tadi malam.
Kalau saja aku memiliki cukup keberanian dan kekuatan untuk meninggalkannya,
aku tidak akan mendapat bunga lagi hari ini...
comments
One Response to “Jangan Kirimi Aku Bunga”
Leave a Reply

So sad…